Sejarah Terciptanya Coklat Monggo - londonideas.org Berita Terbaru

Senin, 02 Maret 2020

Sejarah Terciptanya Coklat Monggo



Coklat Monggo - Daerah Istimewa Yogyakarta atau yang lebih akrab disebut Jogja ini merupakan salah satu tempat destinasi wisata paling terkenal di Indonesia. Liburan ke Jogja terasa belum lengkap jika Anda tidak berburu oleh-oleh khas kota Jogja . Tak hanya dikenal dengan julukan kota gudeg dan bakpia patok saja, namun Jogja juga memiliki buah tangan yang saat ini sudah sangat terkenal, yaitu Cokelat Monggo. Cokelat bercita rasa Swiss ini diproduksi di Pabrik Cokelat Monggo yang ada di Dalem KG III/978 RT 43 RW 10, Purbayan Kotagede, Yogyakarta. Saat ini Cokelat Monggo telah mempunyai 2 outlet resmi yaitu di Kotagede dan di Tirtodipuran.


Cokelat Monggo merupakan cokelat asli buatan lokal dari Jogja. Sejarah awal cokelat Monggo diawali saat seorang pria asal Belgia yang bernama Thierry Detournay megunjungi Jogja pada tahun 2001. Pria tersebut merasa kecewa dengan rasa cokelat yang ada di Indonesia, dari situlah dia terpikirkan ide untuk membuat sendiri cokelat dengan cita rasa Belgia dengan modal yang seadanya. Pria penyuka cokelat ini lalu meminta  teman-temannya di Indonesia untuk mencoba cokelat buatannya. Tidak terduga, dia mendapat respon positif dari teman-temannya dan membuat pria ini semangat memproduksi cokelat ldalam jumlah banyak dan mencoba menjualnnya di sekitaran kampus UGM mengendarai vespa tua berwarna pink. Hal itu dia lakukan hanya untuk coba-coba semata. Sekitar tahun 2005, muncul ide untuk membuka toko. Kemudian berlanjut dibuatlah sebuah CV. Anugerah Mulia yang khusus untuk memproduksi cokelat buatannya.


Kata "Monggo" sendiri berasal dari Bahasa Jawa yang memiliki arti "silahkan" yang selalu digunakan oleh masyarakat Jawa untuk mempersilahkan jika ada tamu ataupun pada saat lewat di depan orang. Kata "Monggo" dapat menggambarkan budaya Jawa, khususnya Jogja sehingga nama tersebut akhirnya dipilih sebagai nama produk Cokelat Monggo. Cokelat Monggo dikemas secara unik yaitu menggunakan kertas daur ulang dan telah bersertifikat FSC. Kemasannya pun cukupe elegan dengan menampilkan ciri khas kota Jogja yang masih kental akan nilai-nilai budayanya. Dalam proses produksinya Cokelat Monggo ini minim menggunakan plastik. Sehingga ramah lingkungan namun tetap mengedepankan nilai dan kualitasnya.


Outlet cokelat Monggo ini memiliki keunikan tersendiri yaitu outletnya dikemas sangat eye cathing sehingga dapat menambah daya tarik wisatawan yang sedang berkunjung ke kota Jogja. Bahkan kunjungan ke dapur Monggo menjadi salah satu agenda utama saat berlibur ke Jogja. Pengunjung dapat melihat proses pembuatan cokelat langsung dari dapur dan sudah dijadwalkan jamnya. Pabrik cokelat Monggo buka setiap hari mulai pukul 9 pagi – 5 sore. Namun khusus di hari Minggu dapur Cokelat Monggo hanya buka hingga pukul 12 saja.


Cokelat Monggo memiliki beberapa varia yang dapat membangkitkan selera para pecinta cokelat diantaranya yaitu white chocolate, macademia, marzipan,  caramello hingga rasa cabe merah, mangga, dan durian dan masih banyak lagi varian lain yang tersedia dalam berbagai bentuk seperti bars, tablet, dan kemasan khusus. Cokelat Monggo diproduksi dengan 58% kakao dan premium dark chocolate. Cokelat Monggo terbuat dari biji kakao pilihan yang didapat dari perkebunan di Sumatera, Jawa, dan Sulawesi. Setiap varian dari cokelat Monggo ini memiliki rasa yang khas . Cokelat Monggo dijual dengan harga mulai dari Rp 29.000 sampai Rp 100.000.


Jika Anda sedang mengunjungi kota Yogyakarta mungkin Cokelat Monggo bisa menjadi salah satu destinasi wisata Anda di kota gudeg tersebut.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda